Mengenang Delapan Tahun Sukong

MENGENANG DELAPAN TAHUN BANTE ASHIN JINARAKKHITA

         Sukong adalah panggilan yang kerap digunakan untuk menyebut Bante Ashin Jinarakkhita. Nama kecil Sukong adalah  The Boan An (lahir di Bogor pada 23 Januari 1923; adalah Bhikkhu Indonesia pertama dalam 500 tahun saat ia ditahbiskan pada tahun 1953. Sebagai seorang Bhikkhu, beliau tidak hanya dikenal oleh umat Buddha di Indonesia. Pada saat awal menjadi Bhikkhu, beliau mendapat julukan The Flying Monk oleh umat Buddha di Malaysia dan Singapura karena kegesitan beliau untuk `terbang' dari satu tempat ke tempat lain untuk membabarkan Dharma. Beliau juga beberapa kali mengikuti beberapa kegiatan keagamaan yang berskala internasional. Diantaranya Persamuan Keenam (Chatta Sangayana) yang diadakan di Rangoon, tahun 1954-1956, juga konferensi-konferensi yang diadakan oleh The World Buddhist Sangha Council maupun The World Fellowship of Buddhists.
Beliau juga pernah menjadi wakil presiden untuk The World Buddhist Sangha Council dan The World Buddhist Social Services.
         Di usia tua beliau lebih banyak berdiam di Vihara Sakyawanaram, Pacet.Bhante Ashin masih tetap hidup sederhana dibiliknya yang kecil di vihara tersebut. Di usianya yang sudah senja ini, beliau memang sudah tidak banyak membabarkan Dharma lagi. Namun beliau tetap `mengajarkan` kepada kita semua, umat Buddha Indonesia, melalui sikap dan tingkah laku beliau sehari-hari sampai kemudian meninggal di tahun 2002.
         Untuk mengenang Sukong keluarga Buddhayana Indonesia menyelenggarakan acara khusus yaitu dengan tema “Mengenang Delapan Tahun Biku Ashin Jinarakkhita”. Acara yang diselenggarakan meliputi puja bakti bersama dengan menggunakan bahasa Indonesia yang di pimpin oleh Romo Henry Gunawan Chandra, Sharing Dharma tentang Sukong, penyalaan pelita yang dinyalakan  secara serempak oleh umat yang hadir,  pemotongan pita untuk membuka Balai Ashin Jinarakkhita yang diwakili bante Nyana Suryanadi, Bpk.Sendjaja wijaya, Bpk. Sudhamek, Bpk. Pisi Lukito, Dan Suhu Xue Cin, serta pemutaran film yang mengulas perjalanan Sukong dalam menyebarkan agama Buddha ke seluruh Indonesia.
         Acara berlangsung pada tanggal 18 april 2010 pukul 09.00-13.00 Wib yang bertempat di Gedung Prasaha Jinarakkhita.  Dalam acara tersebut di hadiri oleh anggota sangha yaitu Bante Nyana Suryanadi Mahathera, Bante Dharma Sumanggalo, Bante Xue Cin, Lama Cakra Dharmavajra, dan para biku lainya. Di hadiri juga oleh para pengurus pusat MBI yaitu bapak Sudhamek Aws, Bpk. Budiman, Bpk. Amin Untario. Bpk. Hendwi Wijaya, para pengurus serta  Banom. MBI daerah juga ada yang ikut hadir dalam acara mengenang delapan tahun sukong diantaranya, MBI Lampung, MBI Jabar. Acara di akhiri dengan makan bersama yang tentunya makanan Vegetarian.
         Walau sukong telah wafat delapan tahun yang lalu, namun ajaran dan pengabdian beliau masih sangat lekat dihati para siswa-siswa beliau.