Karma Baik lebih Kuat (daripada Karma Buruk)
U.P. Vidyananda Sehi
Jum'at, 04 Oktober 2024
MBI
Raja Milinda yang terpelajar bertanya pada Arahat Yang Mulia Nàgasena; “Tuan, Anda mengatakan bahwa karma buruk membunuh ikan bisa menyebabkan kelahiran yang sengsara." Sekarang Dhammila membunuh banyak ikan, kemudian mengambil perlindungan pada Tiga Permata hanya menjelang kematiannya, tetapi dia terlahir di alam berbahagia. Saya tidak bisa mempercayainya.”
Jawaban yang diberikan oleh Arahat yang terpelajar ini atlah penting : “Yang Mulia, jika Anda melempar sebuah batu kecil ke dalam air, apa yang akan terjadi?”
“Batu itu akan tenggelam.”
“Jika Anda melempar sebuah batu besar ke dalam air, apa yang akan terjadi?”
“Itu akan tenggelam juga.”
“Benar. Karena batu lebih padat daripada air, dia akan tenggelam di air. Ini tidak peduli apakah besar atau kecil. Begitu pula karma membunuh makhluk hidup, tidak peduli besar atau kecil, akan mengakibatkan kelahiran kembali yang sengsara jika dia mempunyai kesempatan membuahkan hasil pada saat kematian. Tapi seandainya Anda membuat sebuah kapal besar dan menaruh beban lima kereta batu ke dalam kapal. Apakah kapalnya akan tenggelam?”
“Tidak, dia tidak akan tenggelam.”
“Karena dia tidak tenggelam, bisakah dia bepergian ke tempat yang diinginkan?”
“Ya, bisa.”
“Prinsip yang sama berlaku di sini. Karma baik yaitu mengambil perlindungan pada Tiga Permata sangatlah kuat. Ini menyerupai kapal besar. Perbuatan buruk membunuh seekor ikan menyerupai sebuah batu kecil. Karena kapal itu bisa membawa banyak batu dan pergi ke tempat yang diinginkan, begitu pula karma baik dengan mengambil perlindungan pada Triratna bisa mengakibatkan kelahiran kembali yang berbahagia meskipun punya banyak karma buruk.”
Raja Milinda: “Ini sangat masuk akal, Yang Mulia.”
____
Dari percakapan antara Biksu Nagasena dan Raja Milinda, dapat disimpulkan bahwa mengambil Tiga Perlindungan dan Panca-Sila adalah kebajikan yang sangat besar.
Ada baiknya kita sebagai siswa Buddha secara rutin mengambil perlindungan pada Tiga Permata dan bertekad melatih Panca-Sila setiap waktu setiap saat.
Bagaimana caranya melakukan ini secara rutin setiap hari? Yaitu dengan menyiapkan altar Buddha atau lukisan Buddha, atau bila kondisinya tidak memungkinkan, dapat dengan visualisasi gambaran Buddha dalam pikiran kita. Kemudian bacakan Vandana, Gatha Tisarana dan Panca-Sila. Kita juga dapat berdana makanan, dupa, pelita, air, bunga, bahkan tisu harum, dan lainnya yang diinginkan setiap hari di altar Buddha tersebut.
Manusia pada umumnya berbuat yang jahat dengan sepenuh hati, benci dengan sepenuh hati, merancang kejahatan dengan sepenuh hati, tetapi mulai saat ini dan seterusnya kita siswa Buddha melakukan kebajikan-kebajikan dengan sepenuh hati. Sepenuh hati setiap hari membacakan dan memuja Guru Agung Buddha dengan membacakan mengulang-ulang "Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma-Sambuddhassa" dengan sepenuh hati, visualisasikan Buddha Gotama ada di depan anda, tumbuhkan Saddha; Keyakinan kepada Buddha Dharma Sangha, kembangkan perasaan bersyukur berterima kasih kepada Buddha yang telah memutar Roda Dharma sehingga saat ini kita siswa Buddha memiliki kebijaksanaan dalam Dharma.
Kemudian lafalkan Tisarana; Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi, Dharmaṁ saraṇaṁ gacchāmi, Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi; Aku..(nama) berlindung kepada Buddha Dharma Sangha selama lamanya sampai tercapainya Nirwana. (3x) Semoga Keyakinan saya (nama) kepada Buddha Dharma Sangha tak tergoyahkan sampai tercapainya Nirwana.(3x) Semoga semua makhluk tercerahkan di dalam Dharma, sejahtera di dalam Dharma, mendapatkan kebahagiaan tertinggi Nirwana secepatnya. Aku ingin terbebas dari alam samsara. Semoga yang lain terbebaskan juga. Sadhu, sadhu, sadhu.
Lakukanlah dengan sepenuh hati, dengan perasaan bersyukur berterima kasih berlindung kepada kekuatan tak terbatas dari Triratna. Kemudian tekadkan Panca-Sila, baca artinya, lakukan juga dengan sepenuh hati, laksanakan Sila saat sendiri maupun di keramaian, karena Sila merupakan pondasi Dharma. Baca Paritta Suci pendek lainnya juga Jaya Paritta, meditasi dan lakukanlah Pelimpahan jasa kebajikan yang luas. Lakukanlah pagi & malam hari.
Kumpulan kebajikan-kebajikan dari pelaksanaan yang kontinu, konsisten dan sepenuh hati ini akan sangat membantu siswa Buddha bahagia saat ini dan bahagia di kehidupan mendatang.
Semoga bermanfaat dan berbahagia. Sadhu, sadhu, sadhu.
Komentar (0)