Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Ramalan

Y.M. Saddhanyano Mahathera

Jum'at, 01 Agustus 2025

MBI

Ada Umat yang minta tolong kepada seorang Biksu, dia minta diramal.

"Bhante Tolong ramal saya yah. Bhante pasti tahu dan bisa lihat masa depan saya. Please ya Bhante."

Lalu si Biksu itu menjawab, “Begini Bu, nasib ibu sama seperti nasib orang lain. Sama seperti nasib kita, setiap saat nasib kita berubah. Setiap saat nasib kita selalu berubah. Jangankan berganti tahun atau berganti hari, berganti jam saja nasib kita sudah berubah.


Nasib kita selalu berubah, tidak ada yang tetap. Kadang kita beuntung kadang kita rugi. Kadang dicela kadang dipuji. Kadang senang kadang susah. Kadang terkenal kadang kadang tercemar dan tersisih.

Bu maaf ya, kita yang pada jadi Biksu ini tidak boleh meramal. Dan kita tidak boleh bersikap sok sakti, spekulasi. Ada baiknya kita jalani saja ajaran Buddha. Jalani saja hari ini dengan sikap yang baik, nanti masa depan kita pasti baik. Kita jalani saja hidup ini dengan ikhlas dan syukur, biar jadi bahagia.

Jika datang nasib yang buruk, seperti celaan, sakit, rugi dagang dll kita terima juga. Terima dengan hati lapang. Mendapat nasib buruk itu Bu, ibarat seperti mendapat segudang sampah. Kalau dibiarkan sampah yang numpuk bisa bikin penyakit, bisa bikin polusi udara dan seterusnya.

Tapi kalo sampah itu dikelola dengan baik, ditangani dengan baik. Maka sampah itu bisa jadi sesuatu yang berguna, bisa jadi pupuk organik yang bikin subur tanaman. Bisa Bikin sehat pohon. Jika di tangani dengan baik, diolah dengan baik, maka sampah tidak berbahaya, tidak bikin pencemaran udara, tapi sebaliknya akan jadi berkah.

Demikian juga bu, jika nasib buruk datang dalam hidup kita, nasib buruk berbuah, ketika kita rugi dagang, di cela orang, dst kita sikapi saja dengan baik. Perasaan tidak enak, sedih dan duka harus dikelola dengan baik. Agar nanti malah jadi kekuatan baik dan mempertebal kesabaran. Menimbulkan kebijaksanaan, dan membuat Batin kita, mental kita akan jadi kuat.

Mengeluh akan nasib buruk dan takut akan karma buruk, hanya akan menambah duka, menambah Derita. Jadi iklaskan dan kelola saja dengan bijak. Dan yang pasti bu, kita ini, diramal atau tidak diramal. Dengan berganti tahun kita semua akan tambah tua, lalu pada waktunya akan sakit dan akhirnya mati, yang diramal katanya nasibnya bagus dia juga akan tua dan mati.

Tapi kalo pikiran kita baik, mental kita tenang. Maka, kita akan bisa menghadapi masa tua, masa sakit dan kematian dengan hati tenang. Hati yang tenang akan membawa kita pada kedamaian. Maka tidak heran, pada umat Buddha yang bijaksana, bisa menghadapi masa tua dengan ikhlas dan menghadapi kematian dengan tenang.

Jadi mari jalani Hidup dengan hati tenang, agar nanti kita mati tenang, setelah mati nanti lahir di alam bahagia. Kita semua selamat dunia akhirat. Demikian bu, Jangan sedih ya! Yakinlah pada Buddha, ikuti nasihatnya. Berubahlah untuk jadi bijaksana.

Jadi, tidak usah diramal ya!

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS