Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel

Cari

Tampilkan Artikel

Tahun Baru Imlek Bahagia

U.A.P. Sakya Kusala Citta Yeni Kurniawan

Sabtu, 07 Februari 2026

MBI

Tahun Baru Imlek 2026 Tahun Kuda Api akan tiba. Bagaimana kita dapat menciptakan kebahagiaan sepanjang tahun? Untuk itu kita akan mempelajari apa yang menjadi penyebab dan akar dari kebahagiaan.


Untuk dapat menciptakan kebahagiaan tentunya kita harus mengetahui apa yang menjadi penyebab munculnya kebahagiaan.

Menurut ajaran tentang Karma atau hukum sebab-akibat yang Buddha babarkan, penyebab kebahagiaan adalah timbunan karma bajik atau perbuatan baik yang telah kita lakukan di masa lalu. Kita akan memetik hasil dari apa yang kita tanam. Kalau kita menanam benih-benih yang menghasilkan kebahagiaan maka kita akan berbahagia, tetapi kalau kita menanam benih-benih ketidak-bahagiaan, maka kita akan menderita. Jadi, secara alami buah atau hasil dari apa yang kita lakukan akan kembali kepada kita, atau akibatnya akan memantul balik kepada kita.

Setelah kita memahami ajaran sebab-akibat, maka kita perlu memahami, apa yang menjadi akar penyebab dari akibat atau hasil yang kita inginkan. Kalau kita umpamakan kebahagiaan sebagai pohon, maka pohon membutuhkan akar yang kuat dan sehat agar pohonnya dapat tumbuh subur dan menghasilkan bunga serta buah yang kita harapkan. Jadi apakah akar dari kebahagiaan yang kita inginkan tersebut?

Menurut Lama Zopa Rinpoche kebahagiaan muncul dari hati, dan akar dari kebahagiaan adalah hati yang baik, hati yang penuh syukur, hati yang puas dengan apa yang dialami dan dimiliki. Jadi kita akan belajar bagaimana mengembangkan hati yang baik agar hati yang baik ini menjadi akar yang kuat untuk pohon kebahagiaan kita. Hati yang baik penting dikembangkan karena hati yang baik akan memunculkan motivasi bajik atau niat bjik yang mendorong tindakan serta aktivitas bajik.

Cara agar kita dapat mengembangkan hati yang bajik :

Langkah pertama yang harus kita lakukan agar kita mempunyai hati yang baik adalah menghindari perbuatan-perbuatan yang tidak baik, yaitu perbuatan yang merugikan orang lain atau membuat orang lain tersakiti dan menderita. Perbuatan yang menyakiti mudah dilakukan, mungkin hanya memutuhkan waktu singkat, tetapi dampaknya sangat sulit disembuhkan dan membutuhkan waktu yang lama. Jadi waspadailah akibat buruk dari karma tak bajik yang kita lakukan.

Tekad untuk menghindari perbuatan tak bajik yang Buddha anjurkan biasanya disebut dengan Lima Sila. Perbuatan tak bajik pertama yang harus kita hindari adalah pembunuhan atau penyiksaan. Membunuh dan menyiksa biasanya muncul dari hati yang kejam. Kalau terus dilakukan akan membuat kita makin banyak melakukan perbuatan buruk dan menjuhkn kita dari hati yang welas asih.

Perbuatan yang kedua yang harus dihindari mencuri, yakni mengambil barang orang lain. Dengan mencuri kita merugikan orang lain dan membuat orang lain kehilangan barangnya. Mencuri akan memupuk sifat serakah di dalam diri kita karena kita akan menginginkan barang kepunyaan orang lain.

Yang ketiga adalah menghindari perbuatan asusila yang melukai harga diri dan kehormatan orang lain. Tanpa saling menghargai dan saling menghormati akan sulit menumbuhkan hati dan niat yang baik. Tidak ada kebahagiaan yang dapat muncul bila kita tidak saling respek.

Yang keempat adalah kita harus menghindari ucapan salah, yakni kebohongan, fitnah serta kata-kata kasar dan tidak pantas. Ucapan salah akan menjadi benih karma buruk karena menyusahkan dan menyakiti hati orang yang mendengarnya.

Dan yang kelima adalah menghindari asupan, baik berupa makanan, minuman atau obat-obatan yang membuat ketagihan dan melemahkan kesadaran. Mabuk, ketagihan dan lemahnya kesadaran akan menyebabkan kita mengambil keputusan salah dan melakukan tindakan buruk yang menyebabkan kerugian, penderitaan, konflik atau permusuhan. Hidup kita tidak akan bahagia apabila kita memiliki banyak benih-benih karma buruk dan memiliki banyak musuh.

Demikianlah contoh-contoh perbuatan buruk yang harus kita hindari karena akan membuat orang lain dan diri kita jauh dari kebahagiaan.

Langkah kedua yang harus kita lakukan untuk menumbuhkan hati yang baik adalah melakukan perbuatan-perbuatan bajik melalui pikiran, ucapan dan tindakan kita yang berguna untuk diri kita dan orang lain. Perbuatan bajik melalui pikiran misalnya mendoakan keberhasilan, kebahagiaan, dan keselamatan yang lain, orangtua, saudara, teman, dan guru.

Perbuatan bajik melalui ucapan misalnya memberi selamat kepada yang ulang tahun atau yang sukses, menghibur teman yang sedang sedih atau sakit, berucap dengan menggunakan kata-kata yang sopan dan nada yang lembut.

Contoh perbuatan bajik melalui tindakan adalah menolong teman yang dalam kesulitan, berdana kepada yang membutuhkan, memberi makan binatang peliharaan.

Semua perbuatan baik ini akan menumbuhkan hati yang penuh welas asih dan kasih sayang, yang merupakan akar yang kuat bagi pohon kebahagiaan kita.

Jadi bila kita menginginkan tahun yang penuh dengan kebahagiaan, maka kita perlu memupuk banyak karm bajik, dan menghindari karma buruk. Resep untuk hidup bahagia menurut Dalai Lama adalah : apabila memungkinkan, bantulah yang lain, apabila kita tidak dapat menolong yang lain, paling tidak jangan mencederai mereka atu membut mereka menderita.

Semoga kita dapat menciptakan sebab-sebab kebahagiaan dan memperkuat akar pohon kebahagiaan kita dan semoga semua makhluk bahagia. Selamat menyambut Tahun Baru Imlek 2026.

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS