Seluruh Indonesia
Ubah Lokasi
  • Artikel
  • Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kita, Dhamma: Sagin Sudah Sampai Mana?

Cari

Tampilkan Artikel

Kita, Dhamma: Sagin Sudah Sampai Mana?

Sekber PMVBI (Pemuda Buddhayana)

Senin, 25 Mei 2026

SEKBER PMVBI (Pemuda Buddhayana)


Selama 67 tahun ini, SAGIN terus menjalankan perannya, baik itu membina umat, maupun memastikan bahwa Dharma tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dari sini muncullah sebuah pertanyaan sederhana: jika SAGIN sudah menjalankan peran mereka, bagaimana dengan kita sebagai umat buddha?

Memasuki HUT ke-67 SAGIN, berbagai kegiatan digelar oleh organisasi di bawah naungan Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI), mulai dari belajar Dharma, kegiatan sosial, hingga gerakan kebersamaan yang melibatkan banyak pihak. Salah satunya adalah aksi penanaman sebanyak 6700 pohon secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi bentuk penerapan nilai ekoteologi, yaitu kesadaran akan pentingnya menjaga hubungan antara manusia dan alam, sekaligus sejalan dengan upaya pemerintah dalam melestarikan lingkungan.

Di balik berbagai kegiatan tersebut, terdapat pula Program Sangha Mengajar. Melalui program ini, umat Buddha diajak untuk mendengarkan Dharma yang akan disampaikan oleh tiga guru yang berasal dari tiga tradisi. Program ini tidak hanya memperkaya pemahaman, tetapi juga mengingatkan bahwa esensi peringatan ini terletak pada upaya menumbuhkan kesadaran dalam diri.

Kita mungkin sering mendengarkan ajaran Buddha, tetapi sejauh mana kita mempraktikkannya? Jangan-jangan kita cuma mendengarkan dan memahami, tapi tidak menerapkannya? Dalam peringatan tahun ini, umat diajak untuk lebih aktif, ikut terlibat, belajar, sekaligus mempraktikkan Dharma. Sangha membimbing, di sisi lain umat belajar bersama; mendengar,  merenungkan, dan menjalankan Dharma.

Perjalanan 67 tahun SAGIN adalah bukti bahwa nilai-nilai Dharma tidak pernah hilang. Momen perayaan hari lahir SAGIN ini sejalan dengan misi Buddhayana yang menekankan pada transformasi diri dan transformasi sosial. Kegiatan belajar Dharma dan upaya mengontekstualisasikannya dalam sehari-hari merupakan bentuk transformasi diri. Sedangkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari transformasi sosial sebagai upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik dan wujud nyata dari ajaran Buddha tentang pentingnya keharmonisan antara manusia dan alam.

Jadi, marilah kita jadikan HUT ke-67 SAGIN sebagai dorongan untuk mulai bergerak dengan mempraktikkan ajaran Buddha dalam hal-hal sederhana sebagai dorongan untuk pribadi yang lebih baik dan ikut berkontribusi dalam kebaikan, sekecil apa pun itu dengan niat tujuan untuk kebahagiaan banyak makhluk. Dengan begitu, ajaran yang dijaga oleh SAGIN tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari hidup kit

Share:

Komentar (0)

Belum ada Komentar.

Ubah Filter Konten
Informasi

Silakan Masuk dengan menggunakan aplikasi Android/IOS