Vihara Buddhasena, Bogor
Kursus Dasar Agama Buddha for Teens Vihara Buddhasena, Bogor 22 & 23 Februari 2025
Ajarkanlah Dharma, wahai para bhikkhu, yang indah di awal, indah di tengah, dan indah di akhir, …
(Vin I.11.1)

Aktivitas pembelajaran Dharma merupakan salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga dan menumbuhkan karakter saddha-carita para remaja Buddhis secara perlahan (Wiyono, 2022:41). Pembelajaran Dharma adalah jawaban bagi suatu fenomena yang sedang tren; dilakukan melalui pembahasan masalah aktual berdasarkan kitab suci Agama Buddha untuk membantu umat mendapatkan solusi nyata dari ajaran Buddha. Hal ini kemudian membuat mereka semakin nyaman dan yakin kepada Dharma (Paramita, 2019).
Remaja Buddhis menempuh pendidikan formal di sekolah yang tidak menyediakan pendidikan agama Buddha. Mereka datang ke wihara dan mendengarkan khotbah Dharma yang tidak bertahap dalam waktu yang singkat.
Materi Dharma bagi remaja Buddhis sebaiknya fokus untuk memperkokoh keyakinan melalui metode pembelajaran bertahap yang dibarengi dengan sesi tanya jawab untuk berbagai pertanyaan kritis khususnya yang berhubungan dengan berbagai konsep metafisika, penciptaan, Tuhan, dan tujuan hidup. Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan memuaskan oleh nara sumber yang telah dilatih.



Vihara Buddhasena, Bogor menyelenggarakan Kursus Dasar Agama Buddha for Teens pada Sabtu dan Minggu, 22 & 23 Februari 2025. Para peserta yang terdiri dari remaja Budhis usia 15 hingga pemuda awal 20an di lantai 4 wihara untuk sama-sama mendalami Buddha-Dharma. Pada hari pertama, dibahas materi Kosmologi Buddhis dan Tuhan dalam Agama Buddha. Konsep alam semesta, penciptaan, manusia pertama, kiamat, dan berbagi hal terkait kosmos yang sesuai dengan Agama Buddha diuraikan dalam Kosmologi Buddhis. Dalam sesi Tuhan Dalam Agama Buddha, dijelaskan tentang konsep Tuhan, dan Sanghyang Adi Buddha. Takdir dan Karma, dan Inikah Praktik Agama Buddha dikupas secara mendalam pada hari berikutnya. Dari KDAB for Teens ini para peserta diharapkan akan mengenal dan memahami ajaran Buddha lebih dalam, mendapatkan konsep-konsep seperti karma dan kelahiran berulang dapat membantu dalam penanaman nilai-nilai moral dan etika yang baik, serta tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas dalam ajaran Buddha-Dharma (khususnya bagi peserta yang tidak belajar Agama Buddha di sekolah).



Referensi:
Wiyono, T. (2022). Menumbuhkan Karakter Saddha-Carita Pada Remaja Buddhis. PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha Dan Filsafat Agama, 3(1), 31–42. https://doi.org/10.53565/PATISAMBHIDA.V3I1.876
Paramita, S. (2019). Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Lisan Para Dhammaduta (Studi Kasus Di Kabupaten Semarang). Widyacarya, 3(2), 45–57.