Apakah ini Akhir Perjuangan Sukong atau Akhir Perjuangan Kita?
Sekber PMVBI (Pemuda Buddhayana)
Senin, 25 Mei 2026
SEKBER PMVBI (Pemuda Buddhayana)
Beberapa tahun terakhir, jumlah penganut Agama Buddha di Indonesia menunjukkan tren penurunan. Jangan-jangan, nanti Agama Buddha akan punah di Indonesia?
Pertanyaan ini mungkin terdengar berlebihan. Namun, jika kita melihat realitas yang ada, kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Banyak anak muda hingga orang dewasa yang mengaku beragama Buddha, tetapi belum benar-benar memahami ajarannya. Wihara masih berdiri, perayaan tetap berlangsung, tetapi apakah semangat untuk belajar dan mempraktikkan Dhamma masih hidup? Sepertinya mulai memudar.
Padahal, ajaran Buddha yang kita kenal saat ini bukanlah sesuatu yang hadir begitu saja. Ia merupakan hasil dari perjuangan panjang para tokoh yang memiliki keyakinan dan tekad kuat untuk membabarkan Buddhadharma di Indonesia. Lalu, jika generasi sekarang kehilangan kepedulian, sampai kapan warisan ini dapat bertahan?
Dalam sejarah Agama Buddha di Indonesia, nama Ashin Jinarakkhita atau yang akrab dikenal sebagai Sukong, menjadi salah satu tokoh yang berjasa dalam perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Ketika Buddhadharma hampir tidak terlihat, beliau berani melangkah, menempuh perjalanan ke negeri orang untuk belajar, dan kembali ke Indonesia untuk membabarkannya.
Melalui dedikasi dan kerja kerasnya, Sukong tidak hanya memperkenalkan kembali ajaran Buddha, tetapi juga membangun fondasi komunitas Buddhis di Indonesia. Wihara, organisasi, hingga kemudahan akses belajar Dhamma yang kita nikmati hari ini adalah buah dari langkah berani yang beliau ambil di masa lalu. Maka, tidak berlebihan jika kita menjadikannya sebagai “role model” sekaligus melanjutkan perjuangannya.Komentar (0)